KAWAT SELING, jualKawat Seling surabaya, Jual Kawat Seling Galvanis baja, Jual Kawat Sling Stainless 304/316, Jual steel Wire Rope, Jual Sling Wire Rope, Harga Kawat Seling baja,Harga Kawat Seling galvanis, JUAL JANGKAR KODOK, anchor hall, crosby, shackle, jarum keras, tali tross, tali tambat kapal, jual WIRE ROPE SLING KAWAT SELING BAJA GALVANIS WINCH ANCHOR RANTAI JANGKAR TALI TAMBAT PROPELINE CROSBY, webbing sling, block takal puley

HARGA WIRE ROPE SLING , KAWAT SELING BAJA GALVANIS, WINCH, ANCHOR, RANTAI JANGKAR, jual cargo blok atau kerekan katrol, CROSBY , wire rope, kawat seling.

chain block,katrol,cargo block,takal, Kawat Seling, ( kawat seling ) surabaya, Jual Kawat Seling, Jual Kawat Seling Stainless 304/316, Jual Wire Rope, Jual Sling Wire Rope, Harga Kawat Seling galvanis,Harga Kawat Seling Baja/Besi,jual WIRE ROPE SLING KAWAT SELING BAJA GALVANIS WINCH ANCHOR RANTAI JANGKAR TALI TAMBAT PROPELINE CROSBY,webbing sling, UD SAMUDRA JAYA pasar dupak rukun blok AA1 no 20,33-35 surabaya.
no telp: 03171337587 ::   031 31365046         ;  087851856665 (xl)  ; 081216928120 (simpati)
E-mail:fiki.ibnu@yahoo.co.id
Pesan Instan:
Y!: fiki.ibnu Y!: fiki.ibnu
Google Talk:  fiki.ibnu@gmail.com  fiki.ibnu@gmail.com
PIN BlackBerry: 742962AE 7D59897C

TOTAL PENGUNJUNG

TALI KAWAT /KABEL BAJA (STEEL WIRE ROPE) Berbicara mengenai crane tentu tidak bisa dipisahkan dengan tali kawat baja. Beberapa kejadian fatal telah terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai tali kawat baja yang digunakan. Secara historis tali kawat berevolusi dari rantai baja yang memiliki catatan kegagalan mekanis. Sedangkan kekurangan dalam link rantai atau batang baja padat dapat mengakibatkan kegagalan bencana, kelemahan dalam pembuatan kabel sebuah kabel baja kurang penting sebagai kabel yang lain mudah mengambil beban. Gesekan antara kabel individu dan helai, sebagai konsekuensi dari twist mereka, lanjut mengkompensasi untuk setiap kekurangan. Metode ini meminimalkan pengaruh kelemahan juga dapat dilihat dalam baja Damaskus, mempekerjakan beberapa lipat atau laminasi. Tali kawat/kabel baja merupakan satu bagian yang sangat krusial pada sebuah crane, karena tak satupun crane yang tiodak menggguanakan talli kawat baja. Untuk itu perlu diperhatikan beberapa hal dalam pemilihan tali kawat baja. Bahan. Tali kawat baja yang dipergunakan untuik sebuah crane terdiri atas beberapa bagian -wire / kawat -strand / untaian -core / inti Sebuah tali kawat baja dibangun atas beberapa untaian, dan setiap untaian tgerdiri atas beberapa utas kawat dengan persyaratan sebagai berikut - Terbuat dari bahan baja berkualitas tinggi - Tahan terhadap kelelahan - Tahan terhadap gesekan - Tahan terhadap karat - Tahan terhadap tekukan - Tahan terhadap keausan - Mempunyai sifat anti putar (non rotating) - Mempunyai fleksibilitas tinggi Biasanya kawat untuk pembuatan wire rope terbuat dari bahan baja Improved Plow Steel (IPS) -180 kg/ mm persegi atau yang lebih bagus lagi Extra Improved Plow Steel (XIPS) -200 kg/mm persegi. Inti atau Core Secara umum ada tiga macam inti dalam Tali Kawat / Kabel (wire rope) - Independent wire rope core (IWRC), inti kawat tunggal - Fibre core, inti tali fiber - Steel strand core, inti untaian kawat Identifikasi Untuk mengetahui dengan jelasz dat5a sebuah tali kawat baja sesuai dengan penggunaannya kita harus memahami dengamn benar identifikasi yangb tercantujm padxa masing – masingb tali kawat baja. Contohnya 500 M X 1” X 6 X 19. IWRC. RRL Artinya panjang kawat 500 meter, diameter 1 inch, dengan 6 strand, masing-masing strand terdiri atas 19 utas kawat, Independent Wire Rope Core, Right Regular Lay Pemeliharaan Untuk menjaga ketahanan tali kawat baja perlu diperhatikan cara pemakaian dan penyimpanannya sebagai berikut: - Jangan diseret - Jangan diikat atau disimpul - Dibersihkan dengan dry cleaner atau penetrating oil - Bebas dari air hujan dan sinar matahari langsung (saat penyimpanan) - Dilumasi dengan wire rope grease (gardium compound) Faktor Keamanan (Safety Factor) Bila kita ingin mengetahui SWL (Safe Working Load) atau dalam Bahasa Indonesia disebut BKA (Beban Kerja Aman) sebuah tali kawat baja kita harus mengingat factor keamanan yang sesuai pengunaannya SWL = Kekuatan Putus Tali (Breaking Strength) Faktor keamanan (Safety Factor) Faktor keamanan menurut standar API adalah - Tali diam = 3 (tali pendant) - Tali berjalan = 3,5 (tali hoist) - Tali sling = 5 (tali angkat beban) - Tali personel = 10 (man cage/ man basket) Fungsi Safety Factor - Untuk mengakomodasikan kekuatan putus tali (breaking strength) - Karena penggunaan yang kurang tepat - Karena perkiraan berdat barang yang tidak tepat - Banyak lagi factor lain Daftar Kekuatan Putus Tali Rope Diameter (mm) Rope Diameter (inch) Approx Weight Kg/100 m Nominal Breaking Strength 180 kgf/m FC IWRC FC IWRC FC = Fiber Core IWRC = Independent Wire Rope Core Safe Working Load Umumnya seorang operator crane jarang atau hampir tidak pernah me3mbawa table / daftar kekuatan tali baja. Tapi demi kemudahan pekerjaan di lapangan, perhitungan Safe Working Load / Beban Kerja Aman bisa diperoleh dengan cara menghitungnya dengan rumus SWL(Ton) = Diameter(Inch) X Diameter(Inch) X 8

TALI KAWAT /KABEL BAJA (STEEL WIRE ROPE)





Berbicara mengenai crane tentu tidak bisa dipisahkan dengan  tali kawat baja. Beberapa kejadian fatal telah terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai tali kawat baja yang digunakan.

Secara historis tali kawat berevolusi dari rantai baja yang memiliki catatan kegagalan mekanis. Sedangkan kekurangan dalam link rantai atau batang baja padat dapat mengakibatkan kegagalan bencana, kelemahan dalam pembuatan kabel sebuah kabel baja kurang penting sebagai kabel yang lain mudah mengambil beban. Gesekan antara kabel individu dan helai, sebagai konsekuensi dari twist mereka, lanjut mengkompensasi untuk setiap kekurangan. Metode ini meminimalkan pengaruh kelemahan juga dapat dilihat dalam baja Damaskus, mempekerjakan beberapa lipat atau laminasi.

Tali kawat/kabel baja merupakan satu bagian yang sangat krusial pada sebuah crane, karena  tak satupun crane yang tiodak menggguanakan talli kawat baja. Untuk itu perlu diperhatikan  beberapa hal dalam pemilihan tali kawat baja.


Bahan.
Talui kawat baja yang dipergunakan untuik sebuah  crane terdiri atas beberapa bagian
-wire / kawat
-strand / untaian
-core / inti

Sebuah  tali kawat baja dibangun atas beberapa untaian, dan setiap untaian tgerdiri atas beberapa utas  kawat dengan persyaratan sebagai berikut
-          Terbuat dari bahan baja berkualitas tinggi
-          Tahan terhadap kelelahan
-          Tahan terhadap gesekan
-          Tahan terhadap karat
-          Tahan terhadap  tekukan
-          Tahan terhadap keausan
-          Mempunyai sifat anti putar (non rotating)
-          Mempunyai fleksibilitas tinggi

Biasanya  kawat untuk pembuatan  wire rope  terbuat dari bahan baja Improved Plow Steel (IPS) -180 kg/ mm persegi atau  yang lebih bagus lagi Extra Improved Plow Steel (XIPS) -200 kg/mm  persegi.

Inti atau Core
Secara umum ada tiga macam inti dalam Tali Kawat / Kabel (wire rope)
-          Independent wire  rope core (IWRC),  inti  kawat tunggal
-          Fibre core,  inti tali fiber
-          Steel strand core, inti  untaian kawat

Identifikasi
Untuk mengetahui dengan jelasz  dat5a sebuah tali kawat baja sesuai dengan penggunaannya kita harus memahami dengamn benar identifikasi yangb tercantujm  padxa masing – masingb tali kawat baja. Contohnya
                        500 M X  1”  X  6  X  19. IWRC. RRL
Artinya  panjang kawat 500 meter, diameter 1  inch, dengan 6 strand, masing-masing strand terdiri atas 19 utas kawat, Independent Wire Rope Core, Right Regular Lay

Pemeliharaan
Untuk menjaga ketahanan  tali kawat baja perlu diperhatikan  cara pemakaian dan penyimpanannya sebagai berikut:

-          Jangan diseret
-          Jangan diikat atau  disimpul
-          Dibersihkan dengan dry cleaner atau penetrating oil
-          Bebas dari air hujan dan sinar matahari langsung (saat penyimpanan)
-          Dilumasi dengan  wire rope grease (gardium compound)
Faktor Keamanan (Safety Factor)
Bila kita ingin mengetahui SWL (Safe Working Load) atau dalam Bahasa  Indonesia disebut  BKA (Beban Kerja Aman) sebuah tali kawat baja kita harus mengingat  factor keamanan yang sesuai pengunaannya
       SWL = Kekuatan Putus Tali (Breaking Strength)
                      Faktor keamanan (Safety  Factor)

Faktor keamanan menurut standar API adalah
-          Tali diam              = 3   (tali pendant)
-          Tali berjalan        = 3,5 (tali hoist)
-          Tali sling               = 5   (tali angkat beban)
-          Tali  personel     = 10 (man cage/ man basket)


Fungsi Safety Factor
-          Untuk mengakomodasikan kekuatan putus tali  (breaking strength)
-          Karena penggunaan yang kurang tepat
-          Karena perkiraan berdat barang yang tidak tepat
-          Banyak lagi factor lain

Daftar Kekuatan Putus Tali


Rope Diameter (mm)
Rope Diameter (inch)
Approx Weight
Kg/100 m
Nominal Breaking Strength
180 kgf/m
FC
IWRC
FC
IWRC
8
5/16
21.5
24.3
3540
3813
9
3/8
27.2
30.7
4480
4825
10
-
33.6
38.0
5530
5958
11
7/16
40.0
45.9
6690
7209
12
-
48.4
54.7
7970
8579
13
½
56.8
64.2
9350
10069
14
9/16
65.8
74.4
10800
11677
16
5/8
86.0
97.2
14200
15252
18
11/16
112.0
123.0
17904
19303
19
¾
124.0
137.0
19948
21508
22
7/8
167.0
183.0
26745
28837
24
15/16
199.0
218.0
31829
34318
25
1
216.0
237.0
34537
37227
28
1-1/3
271.0
297.0
43323
46710
32
1-1/4
354.0
389.0
56586
61009
36
1-3/8
448.0
493.0
71600
77418
38
1-1/2
500.0
550.0
79900
86290
40
-
554.0
609.0
88500
95580
44
1-3/4
670.0
737.0
107000
115580













FC           =  Fiber Core
IWRC     =  Independent Wire Rope Core


Safe Working Load
Umumnya seorang operator crane  jarang atau hampir tidak pernah me3mbawa table /  daftar kekuatan tali baja. Tapi demi kemudahan pekerjaan di lapangan, perhitungan Safe Working Load / Beban Kerja Aman bisa diperoleh  dengan cara menghitungnya dengan rumus

                                SWL(Ton)  =  Diameter(Inch)   X    Diameter(Inch)     X     8